Ada ribuan bahkan jutaan
peristiwa di dunia ini yang perlu kita ketetahui. Baik itu peristiwa yang
terjadi di dalam tubuh kita maupun di lingkungan sekitar kita. Salah satunya
adalah peristiwa yang terjadi setelah makanan yang kita konsumsi masuk ke dalam
mulut hingga keluar sebagai feses melalui anus. Beberapa organ tubuh
yang berperan penting dalam proses pencernaan meliputi, mulut, kerongkongan,
lambung, usus halus, usus besar, dan anus.
Berdasarkan
pada materi sistem pencernaan manusia dalam buku biologi SMA, pertama makanan yang
kita konsumsi akan dicerna secara mekanik dan kimiawi di dalam mulut.
Pencernaan mekanik dilakukan oleh gigi dan lidah sedangkan percernaan kimiawi
dilakukan oleh enzim ptialin. Air ludah (air liur) mengandung enzim ptialin dan
maltose. Ptialin (amilase) berfungsi merubah amilum (polisakarida) menjadi
maltosa (disakarida). Setelah dicerna melalui beberapa tahapan tersebut, makanan
akan masuk ke kerongkongan (esofagus). Di kerongkongan akan terjadi
gerak peristaltik yang mendorong makanan menuju lambung.
Makanan
akan masuk melalui kardiak lambung kemudian dilanjutkan ke bagian fundus
lambung. Pada bagian ini, makanan akan kembali mengalami proses pencernaan
secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan secara mekanik dilakukan oleh otot
dinding lambung yang akan membolak – balikkan maakanan hingga hancur menyerupai
bubur yang kita sebut kimus. Sedangkan pencernan secara kimiawi dilakukan oleh
beberapa enzim meliputi, pepsinogen yang telah diaktifkan oleh HCl menjadi
pepsin untuk memecah protein menjadi pepton, renin untuk mengendapkan kasein
dalam susu, dan asam klorida (HCl) untuk membunuh kuman pada makanan dan
merangsang sel – sel kelenjar usus untuk menghasilkan sekretin dan
kolesistokinin. Kemudian, melalui bagian pilorus lambung makanan akan menuju
usus halus (intestinum tennue), yang terdiri dari usus dua belas jari (duodenum),
usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).
Usus
dua belas jari menghasilkan beberapa enzim, meliputi enterokinase untuk
mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin, sukrose untuk memecah sukrosa menjadi
glukosa dan fruktosa, dan laktase untuk memcah glukosa menjadi galaktosa.
Selain memanfaatkan enzim yang dihasilkan sendiri, usus dua belas jari juga
memanfaatkan enzim dari pankreas, yang terdiri dari lipase untuk memecah lemak
menjadi asam lemak dan gliserol, disakarase untuk memecah disakarida menjadi
monosakarida, dan tripsinogen yang telah diaktifkan oleh enterokinase menjadi
tripsin untuk memecah pepton menjadi asam amino. Hasil dari proses pencernaan
dari mulut hingga usus halus berupa sari – sari makanan, yang akhirnya diserap
oleh usus kosong (jejunum) dan usus penyerapan (ileum). Di sana
terdapat banyak lipatan atau disebut jonjot – jonjot usus (vili) yang
akan memperluas bidang penyerapan, sehingga makanan dapat terserap dengan lebih
efisien. Pembuluh darah kapiler dalam vili menyerap hasil pencernaan
berupa protein dan karbohidrat sedangkan pembuluh getah bening dalam vili
akan menyerap lemak.
Penyerapan
sari – sari makanan pada usus akan menghasilkan zat sisa. Zat sisa inilah
kemudian akan diteruskan menuju usus besar (kolon). Di sini akan terjadi
penyerapan air, pembentukan vitamin K, dan pembusukan zat sisa dengan bantuan
bakteri E. coli sehingga dihasilkan feses sebagai produk akhir
proses pencernaan. Feses inilah yang umumnya kita sebut sebagai kotoran
yang keluar melalui anus.
Tak
hanya tenaga medis, masyarakat umum pun penting untuk mengetahui hal ini.
Pasalnya dengan kita mengetahuinya, kita dapat meningkatkan kesadaran akan
pentingnya pemilihan makanan yang bergizi seimbang untuk kita konsumsi dan
pentingnya olahraga untuk menjaga organ tubuh kita khususnya organ pencernaan
agar tetap sehat. Sehingga pada akhirnya akan mendorong masyarakat untuk
menerapkan perilaku hidup sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar