Sabtu, 23 Mei 2020

APA YANG TERJADI SETELAH KITA MAKAN?

        
        Ada ribuan bahkan jutaan peristiwa di dunia ini yang perlu kita ketetahui. Baik itu peristiwa yang terjadi di dalam tubuh kita maupun di lingkungan sekitar kita. Salah satunya adalah peristiwa yang terjadi setelah makanan yang kita konsumsi masuk ke dalam mulut hingga keluar sebagai feses melalui anus. Beberapa organ tubuh yang berperan penting dalam proses pencernaan meliputi, mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.
    
        Berdasarkan pada materi sistem pencernaan manusia dalam buku biologi SMA, pertama makanan yang kita konsumsi akan dicerna secara mekanik dan kimiawi di dalam mulut. Pencernaan mekanik dilakukan oleh gigi dan lidah sedangkan percernaan kimiawi dilakukan oleh enzim ptialin. Air ludah (air liur) mengandung enzim ptialin dan maltose. Ptialin (amilase) berfungsi merubah amilum (polisakarida) menjadi maltosa (disakarida). Setelah dicerna melalui beberapa tahapan tersebut, makanan akan masuk ke kerongkongan (esofagus). Di kerongkongan akan terjadi gerak peristaltik yang mendorong makanan menuju lambung.

        Makanan akan masuk melalui kardiak lambung kemudian dilanjutkan ke bagian fundus lambung. Pada bagian ini, makanan akan kembali mengalami proses pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan secara mekanik dilakukan oleh otot dinding lambung yang akan membolak – balikkan maakanan hingga hancur menyerupai bubur yang kita sebut kimus. Sedangkan pencernan secara kimiawi dilakukan oleh beberapa enzim meliputi, pepsinogen yang telah diaktifkan oleh HCl menjadi pepsin untuk memecah protein menjadi pepton, renin untuk mengendapkan kasein dalam susu, dan asam klorida (HCl) untuk membunuh kuman pada makanan dan merangsang sel – sel kelenjar usus untuk menghasilkan sekretin dan kolesistokinin. Kemudian, melalui bagian pilorus lambung makanan akan menuju usus halus (intestinum tennue), yang terdiri dari usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).

        Usus dua belas jari menghasilkan beberapa enzim, meliputi enterokinase untuk mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin, sukrose untuk memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa, dan laktase untuk memcah glukosa menjadi galaktosa. Selain memanfaatkan enzim yang dihasilkan sendiri, usus dua belas jari juga memanfaatkan enzim dari pankreas, yang terdiri dari lipase untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol, disakarase untuk memecah disakarida menjadi monosakarida, dan tripsinogen yang telah diaktifkan oleh enterokinase menjadi tripsin untuk memecah pepton menjadi asam amino. Hasil dari proses pencernaan dari mulut hingga usus halus berupa sari – sari makanan, yang akhirnya diserap oleh usus kosong (jejunum) dan usus penyerapan (ileum). Di sana terdapat banyak lipatan atau disebut jonjot – jonjot usus (vili) yang akan memperluas bidang penyerapan, sehingga makanan dapat terserap dengan lebih efisien. Pembuluh darah kapiler dalam vili menyerap hasil pencernaan berupa protein dan karbohidrat sedangkan pembuluh getah bening dalam vili akan menyerap lemak.

        Penyerapan sari – sari makanan pada usus akan menghasilkan zat sisa. Zat sisa inilah kemudian akan diteruskan menuju usus besar (kolon). Di sini akan terjadi penyerapan air, pembentukan vitamin K, dan pembusukan zat sisa dengan bantuan bakteri E. coli sehingga dihasilkan feses sebagai produk akhir proses pencernaan. Feses inilah yang umumnya kita sebut sebagai kotoran yang keluar melalui anus.

        Tak hanya tenaga medis, masyarakat umum pun penting untuk mengetahui hal ini. Pasalnya dengan kita mengetahuinya, kita dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemilihan makanan yang bergizi seimbang untuk kita konsumsi dan pentingnya olahraga untuk menjaga organ tubuh kita khususnya organ pencernaan agar tetap sehat. Sehingga pada akhirnya akan mendorong masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar